Esport

Mengapa Dota 2 Lebih Populer Dibandingkan LoL di Indonesia?

4 Mins read

Di Indonesia permainan MOBA Dota 2 Lebih Populer jika dibandingkan dengan LoL singkatan dari League of Legends. Memang dua game ini termasuk genre MOBA mode tri-lane dan memiliki objektif end game sama. Yaitu menghancurkan main base lawan dengan cara apapun melalui pertandingan 5 lawan 5.

Memang jika dilihat dari angka saja LoL memenangkan sebagai pemilik pemain aktif terbanyak sedunia mengalahkan Dota 2. Begitu juga yang terjadi saat terdapat pada channel streaming pada platform twitch, dimana LoL memiliki total jumlah viewer paling banyak. Berbeda kondisi yang terjadi di Indonesia.

Baca Juga : Pertandingan IBL 2021 Surabaya Louvre Berhasil Menang

Dimana MOBA League of Legends ini dapat disebut dengan dead game di Indo, dikarenakan beberapa alasan. Total pemain LoL Indonesia ini hanya mencapai hampir 100 ribuan. Jika dibandingkan dengan negara Asia Tenggara yang lain, Indonesia dianggap memiliki pemain paling sedikit dengan Singapura mencapai 200 ribuan.

Dengan jumlah total penduduk dan tentu besarnya potensi menjadi gamer online, angka tersebut dianggap sangatlah sedikit jika dibandingkan negara tetangga dengan peminat LoL lebih banyak.

Hal itu bukan tanpa alasan, terdapat beberapa penyebab dimana Dota 2 lebih populer dibandingankan dengan League of Legends.

Game Dota 2 Lebih Familiar

Dota 2 Lebih Populer

Alasan mendasar yang pertama adalah nama Dota sendiri lebih dulu populer saat masih menjadi salah satu map hasil mod pada game pc Warcraft III. Dimana pada awalnya Warcraft III adalah sebuah game strategi yang dibagi menjadi 4 ras, dimana pada ras-ras tersebut memiliki kemampuan dan teknologi yang berbeda-beda.

Dan tentu saja memiliki masalahnya masing-masing saat masuk ke dalam mode story campaign-nya. Ras-ras tersebut adalah Human, Orc, Night Elf serta Undead, jalan cerita yang menarik juga membuat game ini booming pada jamannya. Dengan banyak peminatnya muncullah beberapa modder yang mulai membuat map untuk MOBA.

Pada saat inilah MOBA mode tri-lane tersebut menjadi populer dikalangan gamer online. Untuk Anda yang dulu suka bermain game online di warnet tentunya mengenal game DotA yang masih diartikan sebagai Defense of the Ancient. Dengan adanya hal tersebut kemungkinan nama Dota sudah terkenal lebih dahulu.

Dengan munculnya permainan Dota 2 ini membuat para pemain DotA sebelumnya menjadi lebih tertarik untuk memainkannya. Walaupun rilis date game tersebut lebih terlambat beberapa tahun dibandingkan dengan LoL. Tetapi dengan bayang-bayang kenangan masa lalu membuat Dota 2 lebih populer dari League of Legends di Indonesia.

Dota 2 memiliki tim developer yaitu Valve, dimana Anda bisa akses game tersebut secara gratis melalui platform game online Steam. Untuk LoL sendiri dimiliki oleh Riot Games, dimana jika di Indonesia harus melalui platform milik Garena. Walaupun begitu dua game MOBA ini memiliki keunikan tersendiri.

Karakter LoL Termasuk Unlockable Item

Dota 2 Lebih Populer

Perbedaan pertama pada kedua game ini adalah pada sistem karakternya, jika dalam LoL disebut sebagai Champion sedangkan pada Dota 2 lebih populer disebut sebagai Hero. Perbedaan tersebut sangat mencolok, yaitu jika dalam game League of Legends Anda harus membeli Champion tersebut dahulu dan hanya diberi beberapa Champion secara gratis.

Jadi pilihan untuk Anda yang baru saja memulai memang terbatas dan harus membeli dengan cara menggunakan purchase atau menunggu hasil grinding point untuk bisa ditukarkan. Jadi walaupun harus di unlock tetap saja Anda bisa bermain secara gratis, namun harus berusaha lebih keras dibandingkan dengan membayar.

Mungkin hal ini yang membuat beberapa pemain game online khususnya penggemar MOBA tri-lane ini lebih memilih Dota 2 yang semua Heronya sudah bisa digunakan dari awal. Alasan ini bisa jadi membuat Dota 2 lebih populer di Indonesia. Jadi tidak perlu bingung untuk memilih hero mana yang akan dibeli.

Dan tentunya tidak perlu susah-susah grinding untuk mendapatkan karakter yang diincar. Tinggal coba Hero tersebut dan asah kemampuan Anda agar tidak menjadi beban dalam team saat bermain. Jika dirasa memang alasan ini sebenarnya sangatlah klise dan simpel, terlepas dari gameplay di dalamnya.

Memang dari LoL sendiri memberikan beberapa akses Champion secara gratis tiap minggu akan dilakukan perputaran. Tetapi akses tersebut hanya sebatas bermain di normal match, tidak bisa digunakan pada saat ranked match. Berbeda dengan Hero Dota 2 yang bisa diakses pada segala mode normal atau ranked.

Publisher LoL, Garena Kurang Dapat Bersaing

Dota 2 Lebih Populer

Alasan selanjutnya mengapa Dota 2 lebih populer dan terkenal khususnya di Indonesia yaitu adalah publisher LoL di Asia Tenggara yaitu Garena kurang bisa bersaing. Yang dimaksud adalah perkembangan dan perebutan pasar dengan Dota 2 di sekitar Asia Tenggara hanya dimenangkan di negara Vietnam saja.

Jadi bisa dikatakan track record perjalanan Garena sebagai publisher League of Legends di Asia Tenggara dan Taiwan termasuk gagal. Hal ini berbeda cerita dengan publisher LoL di daratan China yaitu Tencent, dimana berhasil merebut pasar MOBA untuk pindah ke League of Legends.

Jadi bisa disimpulkan bahwa masalahnya bukan di game nya tetapi pada publisher yang diserahkan untuk mengembangkan di region masing-masing. Walaupun di Indonesia sendiri Garena sudah berusaha untuk membuat beberapa turnamen bulanan untuk memfasilitasi para pemain setia League of Legends, tetapi dikatakan hal itu tidak berhasil.

Setelah itu event turnamen mulai menghilang dan seperti Garena sudah menyerah untuk mempromosikan game League of Legends ini di Indonesia. Jadi bisa dikatakan Esporst-nya juga lebih sepi dibandingkan Esport Dota 2 yang lebih populer dan terlihat lebih berkembang jika memasuki turnamen kelas region SEA hingga internasional.

Komunitas Dota 2 Lebih Populer di Indonesia

Dota 2 Lebih Populer

Alasan lainnya yaitu komunitas game yang dimiliki oleh Dota 2 bisa dikatakan lebih populer dikarenakan banyaknya pemain profesional yang memiliki nama dan sudah dikenal banyak orang. Berbeda dengan komunitas game LoL satu ini, yang sebelumnya sudah terkenal tidak friendly terlebih untuk para pemain baru.

Pada permainan di LoL banyak terjadi praktik id smurfing oleh para pemain tier atas. Dimana mereka ingin memainkan tier bawah dan tentu saja kan menganggu keseimbangan pada match. Hal ini tentu saja menyebabkan setidaknya Dota 2 lebih populer dan tanggap akan keluhan komunitas.

Komunitas yang disebut kurang friendly tersebut bisa dikatakan dengan sebutan toxic, dan terkadang rasis serta diskriminatif. Walaupun pada komunitas yang dimiliki Dota 2 tidak menutup kemungkinan terjadinya hal seperti itu. Setidaknya tidak separah dengan yang terjadi di LoL, atau Anda bisa tanyakan pemain veteran LoL.

Ini juga diperkuat dengan tidak tanggapnya Garena terhadap beberapa report atau laporan akan adanya abuse sistem tersebut. Mulai dari afk, feeding hingga toxic di in game chat. Ketidak tanggapan tersebut membuat beberapa pemain muak dengan LoL, sehingga beralih ke Dota 2 atau game MOBA mobile.

Baca Juga : Marc Marquez Tidak Ikut MotoGP, Timbulkan Kekecewaan

Beberapa hal di atas bisa menjadi alasan mengapa Dota 2 lebih dipilih dibandingkan dengan League of Legends di Indonesia. Karena LoL sendiri pada kancah internasional bisa disebut memiliki pemain lebih banyak dibandingkan Dota 2, berbeda dengan Indonesia dimana Dota 2 lebih populer karena beberapa hal.

Related posts
Esport

Cara Bermain FIFA Online 4 Termudah Lewat PC atau Laptop!

5 Mins read
Meskipun sekarang sudah banyak game beredar, namun banyak orang belum paham cara bermain fifa online 4. Mengingat dunia sepak bola semakin digemari…
Esport

Daftar Aplikasi Penunjang Cheat Mobile Legends di HP Android

5 Mins read
Untuk dapat menggunakan cheat Mobile Legends di HP android, maka para pemain harus mendownload dan menginstall aplikasi khusus. Sebab, cheat tersebut tidak…
Esport

Belajar Cheat Mobile Legends, 100% Berhasil dan Anti Banned

5 Mins read
Adanya cheat Mobile Legends ini memang cukup membantu para pemain, khususnya bagi pemula agar tidak mendapatkan predikat sebagai player noob. Player noob…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *