Badminton

Perjalanan Bulutangkis Indonesia Hingga Mendunia

4 Mins read

Popularitas olahraga bulutangkis Indonesia bukan sebuah kebetulan. Ada perjalanan panjang dan naik-turun yang dilewati sampai akhirnya bisa seperti sekarang ini. Berangkatnya tidaklah dari hobi masyarakat, melainkan sumbangsih para atlet profesional untuk Indonesia di berbagai pertandingan internasional. Prestasi-prestasi yang ditorehkan membuat masyarakat dunia menganggap Bulutangkis Indonesia adalah negara lawan yang patut disegani.

Baca Juga : Philadelphia 76ers Makin Gagah Dipuncak Usai Kalahkan Bulls

Di Indonesia sendiri, permainan bulutangkis menjadi olahraga yang paling disukai masyarakatnya. Data Nielsen Sport mencatat bahwa 71% warga Indonesia menyukai bulutangkis. Posisi berikutnya disusul oleh olahraga sepak bola dengan angka 68%. Lalu, olahraga lainnya adalah tenis (42%) dan bisbol (24%). Bulutangkis Indonesia memang mampu menumbuhkan rasa nasionalisme. Buktinya, dalam data tersebut juga menyebutkan rating dan share TV yang menyiarkannya jadi meningkat kalau ada pertandingan Indonesia.

Bulutangkis di Indonesia dari Masa ke Masa

Jika ditarik jauh ke belakang, permainan bulutangkis telah ada sejak zaman Mesir kuno. Kurang  lebih di waktu yang bersamaan, negara India dan Tiongkok pun mengembangkan permainan yang serupa. Meski tidak persis sama menggunakan dua raket, kok, dan dibatasi net, pada prinsipnya hampir sama. Sampai akhirnya berkembang seperti sekarang dan masuk ke Indonesia melalui perjalanan berikut:

1. Tahun 1930-an

Geliat bulutangkis Indonesia sebenarnya sudah ada sejak tahun 1920-an. Tapi memang baru berkembang dan mulai menapaki jejaknya di tahun 1930-an. Ada yang menyebutkan kalau bulutangkis masuk ke negeri ini sejak diresmikannya olahraga badminton di Inggris sebagai kompetisi. Secara tidak langsung, persebarannya ke negara-negara jajahan Inggris.

Bulutangkis diprediksi masuk melalui semenanjung Malaya lalu ke Medan. Setelah itu, ke daerah di bawahnya, yakni Palembang, kemudian ke Jakarta hingga Makassar. Di Jakarta sendiri perkumpulan bulutangkis saat itu masih berdasarkan ras. Pada 24 Desember 1933, kompetisi bulutangkis di bawah perserikatan Batavia mulai dilakukan. Catatan lain menuliskan kalau bulutangkis negeri ini di tahun 1930-an di bawahi oleh Ikatan Sport Indonesia (ISI).

2. Tahun 1951

Saat ini ada PBSI yang menaungi kegiatan badminton di negeri ini. Organisasi tersebut dibentuk pada tahun 1951, tepatnya tanggal 5 Mei. Namun, sebelumnya nama PBSI adalah PORI yang dibentuk pada tahun 1947. Perubahan nama PORI menjadi PBSI bukan tanpa tujuan. Ini terjadi di bawah kepemimpinan Soekarno yang ingin menciptakan National Building lewat olahraga. Mimpinya adalah olahraga bisa menjadi salah satu  media untuk memperkenalkan Indonesia di mata internasional. Maka, pada tahun 1953, Indonesia berpartisipasi dalam IBF.

Lima tahun berikutnya, Indonesia ikut berkompetisi dalam kejuaraan Thomas di Singapura. Saat itu Indonesia belum menjadi negara yang diperhitungkan karena masih di bawah Inggris, Denmark, Amerika Serikat, serta Thailand. Meskipun demikian, inilah titik awal Indonesia mulai dikenali negara-negara lainnya.

3. Tahun 1977

Sejak terbentuknya PBSI dan partisipasi Indonesia di kompetisi internasional, perkembangannya terus meningkat dan terbilang cepat. Sampai akhirnya di tahun 1977, Indonesia memiliki 26 kepengurusan tingkat daerah di seluruh Indonesia. Sedangkan di level cabang jumlahnya mencapai 224 dan perkumpulan-perkumpulan kecil telah ada ribuan.

Dengan adanya kepengurusan yang lebih sistematis dan terstruktur, bulutangkis Indonesia pun lebih tertata. Selain seluruh kegiatan menjadi terpusat, mendeteksi atlet-atlet berbakat juga lebih mudah. Saat ada kompetisi tingkat dunia, setiap tingkat kepengurusan mengirimkan perwakilannya untuk dilatih lebih intensif di pusat.

Perjalanan Indonesia di Setiap Olimpiade

Tidak semua pertandingan yang diikuti membuahkan medali emas atau perak. Tak jarang atlet Indonesia membawa pulang medali perunggu atau tidak sama sekali. Meskipun begitu, semangat anak-anak bangsa tidaklah surut. Justru bulutangkis Indonesia posisinya semakin disegani oleh negara-negara lain. Inilah kisah perjuangan perwakilan Indonesia di beberapa pertandingan internasional:

1. Kejuaraan All-England

Bulutangkis Indonesia

Mengenang kejayaan Indonesia pada saat kejuaraan All-England, pasti ada satu nama yang tak akan dilupakan, yaitu Rudy Hartono. Ia adalah pemain bulutangkis yang membawa harum nama Indonesia berkat prestasinya memenangkan kejuaraan ini selama 8 kali. Tujuh juara berturut-turut pada 1968 hingga 1974. Kemudian, dua tahun setelahnya ia menorehkan kemenangan kembali atas Erland Kops.

Prestasinya tersebut membuat nama dirinya diabadikan oleh Guinness yang mencatat rekor-rekor dari seluruh dunia. Indonesia pun patut berbangga dengan prestasi Tjun Tjun yang berduet bersama Johan Wahyudi di ganda pria. Keduanya merebut posisi juara di partai ganda putra sebanyak 6 kali.

2. Piala Thomas

Bulutangkis Indonesia

Tahun 1958 menjadi momen bersejarah juga bagi dunia bulutangkis negeri ini. Saat itulah pertama kali putra bangsa mengangkat piala Thomas yang pertandingannya digelar di Singapura. Dari sana, Indonesia berturut-turut memegang status juara, seperti pada tahun 1961 dan 1964. Sayangnya, di tahun 1967 posisi juara kecolongan oleh negara tetangga, yakni Malaysia.

Indonesia kembali berjaya di piala Thomas pada tahun 1970 hingga 1979. Pada tahun 1982, posisinya turun lagi menjadi runner up, namun kemenangan kembali mengobati di pertandingan tahun 1984. Dari sini, Indonesia terus memperoleh piala secara beruntun sampai pada tahun 2000-an.

3. Olimpiade Barcelona

Bulutangkis Indonesia

Olimpiade Barcelona juga menjadi bagian cerita sejarah bulutangkis Indonesia. Saat itu tahun 1992 dan Indonesia pertama kali mencatat kemenangan di pertandingan tersebut. Ada Rexy Mainaky dan Ricky Subagja yang turut mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Keduanya mengalungi medali emas (1 buah), perak (1 buah), dan perunggu (2 buah).

Dari pemain lainnya, Bulutangkis Indonesia memperoleh emas dan perak masing-masing 2 buah serta perunggu 1 buah. Selain kedua atlet di atas, nama-nama atlet lainnya yang juga memberikan sumbangsih adalah Susi Susanti, Alan Budikusuma, Eddy Hartono, Ardi B, Hermawan Susanto, dan tak ketinggalan Rudy Hartono.

Selain olimpiade Barcelona, ada juga olimpiade Atlanta. Pada pertandingan ini, Indonesia mengantongi medali emas sebanyak 1 buah, perak 1 buah, dan perunggu 2 buah. Sama seperti di olimpiade Barcelona, duet Rexy – Ricky kembali membawa kemenangan di olimpiade Atlanta dan mempersembahkan medali emas.

4. Piala Uber

Bulutangkis Indonesia

Pertandingan bergengsi lainnya adalah piala uber yang pertama kali digelar pada tahun 1957. Dalam pertandingan ini, skuad perempuan yang tampil di panggung internasional. Pertandinganya diadakan setiap tiga tahun sekali dan Indonesia berhasil mencetak prestasi pertama di tahun 1975. Kebetulan saat itu juga Indonesia sedang menjadi tuan rumah sehingga pertandingan digelar di Jakarta.

Nama bulutangkis Indonesia semakin  harum ketika memperoleh juara piala uber kembali di tahun 1994. Susi Susanti dan Mia Audina mengangkat posisi Indonesia setelah bertatapan langsung dengan tim dari Cina. Tahun 1994 menjadi sejarah manis bagi Indonesia karena piala Thomas pun berhasil diperoleh.

Kemenangan ketiga skuad putri Indonesia berhasil dikantongi pada tahun 1996. Cerita bahagia kembali terulang karena tim putra pun menyabet kejuaraan di piala Thomas. Sayangnya, sampai saat ini Bulutangkis Indonesia belum lagi di ranking pertama pada piala Uber. Indonesia harus puas berada di bawah Cina, yakni posisi runner up.

Baca Juga : 4 Daftar Pemain Tennis Gaji Termahal Di Dunia

Sampai hari ini, atlet-atlet bulutangkis Indonesia tidak berhenti mencetak kemenangan di berbagai pertandingan. Cina masih menjadi lawan utama Indonesia, mulai dari babak penyisihan hingga final. Meski tidak berturut-turut membawa pulang medali emas,Bulutangkis Indonesia terus mempertahankan posisinya di mata dunia.

Related posts
Badminton

Jenis Sepatu Badminton yang Digunakan Atlet Bulu Tangkis

5 Mins read
Sepatu badminton merupakan salah satu equipment yang wajib dimiliki oleh atlet bulu tangkis. Sebab, sepatu yang digunakan untuk olahraga tepok bulu ini…
Badminton

Ingin Memilih Raket untuk Bermain Badminton?

4 Mins read
Pada saat akan bermain, memilih raket untuk bermain badminton merupakan hal penting yang harus dilakukan sebelum memulai permainan tersebut. Menggunakan raket terbaik…
Badminton

Mengenal Legenda Badminton Indonesia yang Berjaya

4 Mins read
Legenda badminton Indonesia cukup penting sepertinya untuk dipahami sebagai salah satu pengetahuan mengenai perkembangan olahraga tersebut khususnya pada skala nasional. Sebagai negara…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *