Badminton

Peraturan Dasar Bulutangkis Sesuai Standar BWF

4 Mins read

Bulutangkis merupakan satu ragam olahraga yang paling banyak diminati oleh masyarakat di seluruh dunia, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Terbukti, kepopuleran bulutangkis membuat situs pledgesports.org menobatkannya sebagai olahraga  terpopuler kedua di dunia dengan sekitar 220 juta pemain. Kepopuleran ini sebenarnya tidak terlepas dari mudahnya peraturan dasar bulutangkis untuk diikuti oleh siapa pun.

Baca Juga : Alasan Sepakbola Digemari, Ternyata Ini Manfaat & Tujuannya

Permainan bulutangkis ini menurut Britanica.com merupakan jenis permainan lapangan yang menggunakan alat berupa raket ringan dan shuttlecock.  Pada awal kemunculannya, permainan ini dimainkan oleh pemuda di daerah pedesaan Gloucestershire, di Inggris. Lalu, karena semakin populer, dibentuklah  Federasi Bulutangkis Internasional, IBF yang kini lebih dikenal masyarakat sebagai BWF (Badminton World Federation).

Pentingnya BWF dalam Dunia Perbulutangkisan

BWF merupakan sebuah badan yang diakui oleh International Olympic Committee (IOC) dan International Paralympic Committee (IPC) untuk melakukan pengelolaan bulutangkis. Keberadaan Federasi Bulutangkis Internasional ini memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan bulutangkis di seluruh dunia. Terutama berkaitan tentang peranannya dalam penerbitan peraturan dasar bulutangkis yang menjadi standar pertandingan bulutangkis internasional.

Selain berbagai peraturan dasar bulutangkis yang dibuat BWF sebagai standar pertandingan internasional, badan ini juga melakukan kegiatan lain. Seperti  upaya mempopulerkan permainan bulutangkis ke seluruh penjuru dunia melalui pertandingan internasional di bawah BWF event. Hal ini sesuai dengan misi dari badan ini yang  bercita-cita memberi  kesempatan anak untuk bermain sepanjang hidupnya.

Standar Aturan Bulutangkis BWF

Ada berbagai peraturan dasar bulutangkis yang harus dipahami oleh setiap pemain bulutangkis di seluruh dunia, khususnya dalam mengikuti BWF Event. Berbagai peraturan ini meliputi penggunaan sarana prasarana yang diperbolehkan, penghitungan skor, hingga aturan lainnya. Lebih jelas mengenai standar peraturan internasional yang ditetapkan oleh badan BWF ini, dapat dilihat pada ulasan berikut:

1. Lapangan Pertandingan

peraturan dasar bulutangkis

Pertama, peraturan dasar bulutangkis mengenai lapangan yang dikhususkan untuk pertandingan skala internasional harus memenuhi beberapa ketentuan ukuran tertentu. Beberapa ketentuan yang harus dipatuhi tersebut, antara lain seperti di bawah ini:

  • Sebuah lapangan bulutangkis hendaknya dibuat dengan bentuk dasar segi panjang. Berdimensi lebar baku 6,1 m dengan panjangnya 13,4 m.
  • Pada pertandingan tunggal diberikan penanda berjarak 5,18 m berupa garis mencolok setebal 40 mm.
  • Lalu, rentang garis untuk servis depan dengan jaring net adalah sekira 198 cm. Kemudian rentang antara garis servis tengah hingga garis tepi lapangan sekira 305 cm.
  • Berikutnya, rentang servis belakang pada permainan ganda, diukur dari garis bagian belakang adalah 76 cm. Sedangkan rentang garis tepi pada pertandingan tunggal diukur dari garis luar lapangan sekira 46 cm.

2. Raket yang Dipakai Pemain

peraturan dasar bulutangkis

Bentuk raket yang direkomendasikan dalam permainan bulutangkis harus memiliki panjang maksimal 68 cm dan lebar maksimal 23cm. Panjang kepala raket yang terbuat dari rangka yang dijalin senar sintetis,  tidak diizinkan melebihi 28 cm, dan lebar 22 cm. Selain itu, berat raket yang diperbolehkan antara 80 hingga 100 gram saja.

3. Jenis Shuttlecock

peraturan dasar bulutangkis

Shuttlecock yang digunakan sesuai peraturan dasar bulutangkis memiliki diameter lingkar yang berkisar antara 25 dan 28 mm.  Dibuat dari gabus ataupun juga yang dilengkapi 16 bulu baik asli maupun bulu sintetis yang kini diizinkan. Panjang bulu pun harus berkisar antara 62-70 mm dengan berat total antara 4,74  hingga 5,5 g.

4. Bentuk Tiang dan Jaring pada Net

peraturan dasar bulutangkis

Jaring pada net bulutangkis sebaiknya berwarna gelap dengan mata jaring sekira 20 mm, dengan tali dililit pita berwarna terang pada bagian luar. Lebar jaring sekitar 76,2 cm dengan panjang sekitar 6,96 m.  Lalu, jarak antara bagian atas net dengan lantai lapangan setidaknya 1,52 m.

Sedangkan untuk tiang yang diperkenankan dalam permainan bulutangkis adalah tiang setinggi 1,52 m. Tiang tersebut harus kokoh sehingga tidak doyong pada saat net terpasang. Terlebih lagi, harus dipastikan tidak ada celah pada pemasangan net di tiang sehingga pertandingan bisa berjalan lancar.

5. Penghitungan Skor

peraturan dasar bulutangkis

Metode penghitungan skor pada permainan bulutangkis memiliki beberapa peraturan dasar bulutangkis standar internasional yang dijadikan patokan permainan. Hal tersebut di antaranya dapat dijabarkan seperti beberapa ulasan di bawah ini:

  • Satu servis artinya satu poin yang diperebutkan oleh pemain bulutangkis sampai bola mati.
  • Secara normal permainan bulutangkis akan dimenangkan oleh seorang pemain yang telah mencetak poin 21 terlebih dahulu. Syaratnya keunggulan poin dari lawan minimal adalah 2 poin, jika kurang dari itu maka masuk aturan lanjutan.
  • Jika kedua pihak pemain sama-sama mencapai poin 20, artinya permainan terjadi seri. Sehingga akan ada perpanjangan permainan. Siapa pun yang berhasil mencetak keunggulan 2 poin terlebih dahulu maka keluar sebagai pemenang.
  • Namun, bila sampai poin pemain masuk ke angka 29 dan belum ditentukan pemenang, siapa pun yang mencetakkan skor ke-30 dianggap menang.

6. Interval

peraturan dasar bulutangkis

Interval yang umum, biasa diberikan apabila salah seorang pemain telah mencapai 11 poin adalah sekira 60 detik. Namun demikian, pemberian interval selama 2 menit juga diperbolehkan dalam pertandingan bulutangkis internasional. Banyaknya waktu interval tergantung dari kebijaksanaan masing-masing wasit yang bertugas.

7. Pertandingan Tunggal

peraturan dasar bulutangkis

Pada pertandingan nomor tunggal peraturan dasar bulutangkis permainan ini mengacu pada aturan melakukan servis yang harus dipatuhi. Secara sederhana posisi servis pemain di nomor tunggal dapat dikelompokan menjadi beberapa posisi, seperti berikut:

  • Permulaan permainan bulutangkis, masing-masing skor pemain sama yakni 0-0, maka servis dilakukan di sebelah kanan lapangan.
  • Posisi servis berubah ketika pemain telah mencetak poin, yakni berada di sebelah kiri untuk poin ganjil dan kanan untuk poin genap.
  • Ketika seorang pemain yang melakukan servis berhasil memenangkan rally, selain mendapatkan 1 poin juga bisa melakukan servis di posisi alternatif.
  • Namun ketika rally dimenangkan oleh penerima bola, maka selain mendapat 1 poin, berhak melakukan servis berdasarkan jumlah poin genap ganjilnya.

8. Aturan Pertandingan Ganda

peraturan dasar bulutangkis

Tidak jauh berbeda dengan pertandingan tunggal, pada pertandingan ganda pun ada standar aturan servisnya. Berikut ini adalah beberapa standar aturan permainan pertandingan ganda yang diberlakukan oleh BWF saat ini:

  • Awal permainan kedua tim mempunyai nilai yang sama yakni 0-0, dan tim yang memulai servis lebih dulu memulainya di posisi kanan.
  • Servis tersebut harus dilakukan secara diagonal, dan hanya lawan yang berada di sisi diagonal yang boleh mengembalikan bola.
  • Setelah servis berhasil dikembalikan, maka pengembalian bola dapat dilakukan oleh siapa pun selama tidak terjadi fault.
  • Penghitungan poin akan diberikan saat terjadi fault atau bola sudah mati.

BWF atau Badminton World Federation memiliki peranan penting dalam perkembangan olahraga bulutangkis di dunia. Terutama berkaitan dalam misinya untuk membuat bulutangkis sebagai olahraga popular melalui BWF Event yang diselenggarakan. Selain itu, peran penting BWF adalah menentukan standar peraturan dasar bulutangkis yang harus diikuti oleh pemain bulutangkis dunia.

Baca Juga : 5 Game FPS Esports Terpopuler di Turnamen Internasional

Kedua, peraturan dasar bulutangkismeskipun kompleks tapi cukup sederhana untuk diikuti oleh pemain bulutangkis di dunia. Beragam peraturan kompleks tersebut meliputi peraturan tentang perlengkapan seperti lapangan, raket, net dan sebagainya. Selain itu juga terdapat peraturan dasar bulutangkis lain terkait teknik dari jalannya permainan bulutangkis itu sendiri.

Related posts
Badminton

Jenis Sepatu Badminton yang Digunakan Atlet Bulu Tangkis

5 Mins read
Sepatu badminton merupakan salah satu equipment yang wajib dimiliki oleh atlet bulu tangkis. Sebab, sepatu yang digunakan untuk olahraga tepok bulu ini…
Badminton

Ingin Memilih Raket untuk Bermain Badminton?

4 Mins read
Pada saat akan bermain, memilih raket untuk bermain badminton merupakan hal penting yang harus dilakukan sebelum memulai permainan tersebut. Menggunakan raket terbaik…
Badminton

Mengenal Legenda Badminton Indonesia yang Berjaya

4 Mins read
Legenda badminton Indonesia cukup penting sepertinya untuk dipahami sebagai salah satu pengetahuan mengenai perkembangan olahraga tersebut khususnya pada skala nasional. Sebagai negara…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *